Nutrigenomic in Poultry: Interplay of Nutrition and Genomics — UNDIP Global Classroom Hadirkan Pakar dari University of Guelph, Kanada, dan UGM

Semarang, 4 Juni 2026 – Program Magister Ilmu Peternakan, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, menyelenggarakan kegiatan Undip Global Classroom pada Kamis (4/6). Kegiatan ini berlangsung di Ruang RSG, Lantai 2 Gedung F FPP Undip, Semarang, dengan mengangkat isu-isu strategis global di bidang perunggasan dan peternakan, khususnya terkait inovasi pakan berkelanjutan. Adapun tema yang diusung adalah “Nutrigenomic in Poultry: Interplay of nutrition and genomics”

Kegiatan berskala internasional ini menghadirkan dua narasumber utama, yaitu Prof. Elijah G. Kiarie, Ph.D. dari University of Guelph, Kanada, serta Dr. Muhsin Al Anas dari Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM).

Dekan Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro, Prof. Sugiharto, S.Pt., M.Sc., Ph.D., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya Undip Global Classroom ini. Beliau menegaskan bahwa inisiatif Program Magister Ilmu Peternakan dalam menghadirkan pakar internasional merupakan langkah strategis dalam meningkatkan keunggulan akademik serta memperkuat kapasitas keilmuan sivitas akademika. Selain itu, Prof. Sugiharto juga menyampaikan terima kasih kepada Prof. Elijah G. Kiarie, Ph.D. dan Dr. Muhsin Al Anas atas kontribusi ilmiahnya sebagai narasumber. Beliau berharap mahasiswa, khususnya mahasiswa magister, dapat berperan aktif dalam diskusi sehingga memperoleh manfaat nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi penelitian di bidang peternakan.

Dalam pemaparannya, Prof. Elijah G. Kiarie, Ph.D. menjelaskan bahwa perkembangan nutrisi unggas saat ini berfokus pada transisi dari pola pakan tradisional menuju strategi pakan sirkular yang lebih optimal dan berkelanjutan. Strategi ini menitikberatkan pada pengembangan multi-enzyme blends untuk meningkatkan ketersediaan nutrien, mengurangi dampak lingkungan dari produksi unggas, serta memperbaiki kesehatan saluran pencernaan melalui modulasi mikrobioma usus. Dengan dukungan pendekatan nutrigenomics, inovasi ini menjadi langkah penting dalam mewujudkan formulasi pakan yang efisien secara ekonomi sekaligus berkelanjutan.

Sementara itu, Dr. Muhsin Al Anas menekankan bahwa fokus global saat ini tidak lagi sekadar pada penyediaan nutrien, melainkan pada optimalisasi pemanfaatan nutrien secara presisi di dalam tubuh ternak. Hal ini diwujudkan melalui pendekatan pakan protein rendah (low-protein diet), regulasi genetik, serta integrasi teknologi berbasis multi-omics dan kecerdasan buatan (artificial intelligence).

Melalui penyelenggaraan Undip Global Classroom ini, diharapkan tercipta forum diskusi ilmiah yang produktif serta memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat ketahanan pangan berkelanjutan melalui pengembangan sektor perunggasan yang modern, efisien, dan berbasis inovasi.