Jepara, Jawa Tengah – Universitas Diponegoro (UNDIP) melalui Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) IDBU 39 menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Penguatan Community Based Breeding Program (CBBP) Sapi Peranakan Ongole (PO) untuk Mendukung Kemandirian Bibit dan Ketahanan Pangan Berkelanjutan” di Desa Sumanding, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara. Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Hibah Pengabdian IDBU 39 Universitas Diponegoro yang berorientasi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 2: Zero Hunger, khususnya melalui penguatan sektor peternakan berbasis masyarakat.
Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan yang memiliki komitmen dalam pengembangan peternakan sapi potong di Kabupaten Jepara, di antaranya Kepala Desa Sumanding Afif Fatkhur Rohman, S.H., Camat Kecamatan Kembang Hermawan Oktavianto, S.P., serta Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Jepara Aprilia Elisiawati, S.P., M.P.I.
Turut hadir pula Tim Dosen Pembimbing Lapangan KKN IDBU 39 Jepara Universitas Diponegoro yang terdiri atas Dr. Dela Ayu Lestari, S.Pt., M.Si., Asep Setiaji, S.Pt., M.Si., Ph.D., Fatmawati Mustofa, S.Pt., M.Sc., dan Rifka Amalia, S.E., M.S.M. Kehadiran para dosen menjadi wujud sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan peternakan yang berkelanjutan.
Sebagai bentuk kolaborasi internasional dan penguatan kapasitas masyarakat, kegiatan ini menghadirkan narasumber dari berbagai institusi, yaitu Dr. Mamat Hamidi Kamalludin dari Universiti Putra Malaysia, Dr. Hartati dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta Rifka Amalia, S.E., M.S.M. dari Universitas Diponegoro. Para narasumber menyampaikan materi mengenai pentingnya penerapan Community Based Breeding Program (CBBP), strategi penguatan kelembagaan peternak, manajemen pembibitan sapi Peranakan Ongole, hingga pengembangan usaha peternakan yang berkelanjutan dan bernilai ekonomi.
Peserta kegiatan merupakan anggota kelompok peternak sapi dari Desa Sumanding, Desa Bucu, serta desa-desa di sekitarnya. Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi dalam sesi diskusi mengenai tantangan pengembangan pembibitan sapi lokal, manajemen reproduksi, pencatatan ternak (recording), seleksi bibit unggul, hingga strategi peningkatan produktivitas ternak berbasis sumber daya lokal.
Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap keberlanjutan program, tim pengabdian Universitas Diponegoro menyerahkan bantuan berupa Sprayer, EM4, dan desinfektan kepada kelompok peternak. Bantuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan penerapan biosekuriti, kesehatan ternak, serta mendukung pengelolaan kandang yang lebih baik sehingga produktivitas usaha peternakan masyarakat semakin meningkat.
Kegiatan ini juga menjadi wadah implementasi hasil penelitian dan pengabdian Universitas Diponegoro kepada masyarakat melalui keterlibatan aktif mahasiswa KKN IDBU 39 yang bertindak sebagai panitia penyelenggara. Mahasiswa berperan dalam seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari persiapan, koordinasi dengan pemerintah desa dan kelompok peternak, pelaksanaan kegiatan, hingga pendampingan masyarakat sebagai bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Melalui kegiatan ini, Universitas Diponegoro berharap terbentuk sistem pembibitan sapi Peranakan Ongole berbasis masyarakat (Community Based Breeding Program) yang mampu menghasilkan bibit unggul secara mandiri, meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan peternak, serta memperkuat ketahanan pangan nasional melalui penyediaan sumber daya genetik ternak lokal yang berkelanjutan. Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, lembaga penelitian, mitra internasional, mahasiswa, dan masyarakat diharapkan menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan sistem peternakan yang tangguh, berdaya saing, dan berkelanjutan.